abiquinsa

Amtsal al-Qur'an dalam Pengembangan Metode Dakwah



AMTSAL AL-QUR’AN DALAM
PENGEMBANGAN METODE DAKWAH

Oleh :
Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I

Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk tentang metode-metode dakwah. Metode-metode tersebut telah terbukti berhasil dalam menyampaikan pesan dakwah sehingga kaum yang tadinya ingkar berbondong-bondong masuk dalam pelukan Islam. Hal tersebut didasari oleh kemampuan retorika al-Qur’an yang mampu memahami kondisi psikologis mad’u (obyek dakwah) sehingga mampu menggugah kesadaran fitrah manusia dan menuntunnya ke dalam pemahaman yang lurus.
Salah satu metode yang dipakai dalam al-Quran adalah apa yang disebut dengan Amtsal al-Qur'an, yaitu uslub al-Qur’an dengan narasi-narasi komparasi yang menekankan pada pemahaman personal emotional. Dengan cara itu, al-Qur’an hendak mengajak manusia kembali pada kesadaran fitrah, berpikir logis, bertindak etis, dan berpenampilan estetis. Al-Qur’an tidak bersikap arogan dan otoriter dalam pendekatan dakwahnya. Model-model pendekatan persuasif dan egaliter yang digunakan al-Qur’an telah melahirkan simpati yang luas, bahkan dapat melumpuhkan logika orang-orang ingkar yang keras kepala.
Di sinilah persoalan Amtsal al-Qur'an menjadi penting untuk dikaji, terutama bila dikaitkan dengan pengembangan metode dakwah kontemporer. Masyarakat yang semakin cerdas dan rasional perlu didekati dengan metodologi dakwah yang khusus. Demikian juga masyarakat yang masih awam dan membutuhkan pendekatan tradisional memiliki strategi, pendekatan, metode, teknik, maupun taktik yang khusus pula.

Belajar Mencintai Akhirat Melalui Shalat Jum'at (Khutbah Jum'at)



BELAJAR MENCINTAI AKHIRAT MELALUI
SHALAT JUM’AT
Oleh: Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I


اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَيِّدَ الْاَيَّامِ الْعَظِيْمَ، سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَهَدَاهُ لِلْمَنْهَجِ الْقَوِيْمِ، وَسَنَّ شَرَائِعَ فِيْهَا الْقُوَّةُ وَالتَّمْكِينُ، بِحِكْمَتِهِ نُؤْمِنُ، وَبِقُدْرَتِهِ نُوقِنُ، عَلَيْهِ نَتَوَكَّلُ، وَإِيَّاهُ نَستَعِينُ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ مِنَ الْحَمْدِ وَأُثْنِي عَلَيْهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، لَمْ يَزَلْ مُتَوَكِّلاً عَلَى رَبِّهِ، وَاثِقًا بِوَعْدِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَعَلَى كُلِّ مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُ وَتَرَسَّمَ خُطَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ : فَيَا عَبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَـٰأَيُهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.  

Ma’asyirah Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,
Marilah kita terus berupaya meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan berbagai nikmat-Nya kepada kita, berupa nikmat iman, Islam, kesehatan lahir maupun batin sehingga pada saat ini kita dapat hadir di masjid ini untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yakni dengan menjalankan shalat Jum’at berjama’ah di masjid yang berkah ini.

Al-Isrâ`îliyyât wa al-Maudhû‘ât fî Kutub at-Tafsîr

Al-Isrâ`îliyyât wa al-Maudhû‘ât fî Kutub at-Tafsîr

ISRAILIYAT DAN HADIS-HADIS PALSU
DALAM KITAB-KITAB TAFSIR


PROF. DR. MUHAMMAD IBN MUHAMMAD ABU SYAHIBAH


Maktabah as-Sunnah, Kairo
Cetakan : Keempat, 1408 H


PENERJEMAH : MUJAHIDIN MUHAYAN DAN HENI AMALIA
EDITOR : ABDURRAHMAN KASDI, Lc., M.Si

Download

DUSTUR ILAHI:


“Katakanlah, ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.’” (QS. Al-Isrâ`: 81)


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Bagaimana mungkin kalian bertanya kepada ahli kitab tentang sesuatu, sedang kitab kalian yang diturunkan kepada Rasulullah s.a.w. lebih baru; kalian membacanya dalam keadaan murni, belum tercampuri dan belum diselewengkan?! [Kitab kalian telah memberitahukan kepada kalian bahwa ahli kitab telah mengganti dan mengubah kitab Allah. Mereka menulis kitab dengan tangan mereka dan mengatakan bahwa itu berasal dari sisi Allah, agar dapat menjualnya dengan harga yang murah. Tidakkah ilmu yang telah datang kepada kalian dapat menghalangi kalian dari bertanya kepada mereka? Demi Allah, kita tidak melihat seorang pun di antara mereka yang bertanya kepada kalian tentang apa yang diturunkan kepada kalian].”

Sejarah Perkembangan Pemikiran dan Perkembangan Islam Pada Periode Klasik


SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM
PADA PERIODE KLASIK [650 – 1800 M]

Harun Nasution, membagi Sejarah Perkembangan Peradaban Islam ke dalam tiga periode yaitu [1] periode klasik [650-1250 M], dibagi dalam dua masa : [a] masa kemajuan Islam I [650-1000], [b] masa disintegrasi [1000 – 1250 M]. [2] Periode pertengahan [1250 – 1800], dan [3] Periode Modern [1800 M]1. Untuk periode modern akan dibicarakan pada bagian tersendiri. Periode klasik ini dapat dibagi ke dalam dua masa, yaitu masa Kemajuan Islam I dan masa Disintegrasi. 
Download

Sejarah Agama Romawi Kuno


SEJARAH AGAMA ROMAWI KUNO
Oleh: Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I

Tidak dapat dipastikan dengan pasti kapan suku-suku Italic Indo-Eropah membuat perjalanan ke Italia. Sementara ahli menghubungkannya dengan yang disebut kebudayaan Teramara, yang terletak di sebelah utara Italia. Rupa-rupanya saja yang menjadi asal pusat penyebarannya itu terletak di sebelah timur hulu sungai Donau. Dan munculnya kebudayaan ini di Italia itu lebih kurang bersamaan waktunya dengan awal permulaan zaman perunggu, kira-kira tahun 1500 SM. Sedangkan sementara ahli lainnya ingin menghubungkan suku Italic ini dengan imigrasi yang kira-kira sezaman dengan permulaan zaman besi, kira-kira tahun 500 SM.[1]