abiquinsa: 2012

Cobaan Hidup Manusia


COBAAN HIDUP MANUSIA
Oleh : Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I*

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (۱٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (۱٥٦) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ  (۱٥٧)   
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. al-Baqarah: 155-157)
Cobaan dari Allah kepada Manusia:
1.      Rasa Takut (مِنَ الْخَوْفِ)
  1. Takut sesuatu yang telah usai; berbuat dosa => takut neraka; melanggar hukum => takut penjara; melanggar etika => sanksi sosial
Harus taubat => kisah Umar, Hasan Bashri, Sunan Kalijaga, M. Djamil Jambek.
  1. Takut sesuatu yang sedang/masih berlangsung
·         Anak takut ditinggal ortu; sekolah takut tidak lulus UAN; lulus sekolah takut tidak diterima di PTN, lulus kuliah takut tak dapat pekerjaan atau suami/istri, dapat pekerjaan takut dipecat, punya anak takut repot (kotor, berisik, mahal), kaya takut miskin, miskin takut kaya, sehat takut sakit, sakit takut sehat 
·         Pedagang takut rugi
Ø  Teori ekonomi Adam Smith: “Dengan modal minimal, untung maksimal”, padahal dalam Islam: “Dengan modal minimal, manfaat maksimal”
Ø  Menimbun barang, BBM; mengambil laba sangat besar; mengakali timbangan, pajak; tidak mau zakat mal (kikir), dll.
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (۱٩) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (٢٠) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (٢۱)
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (Qs. al-Ma’arij: 19-21)

Lima Panggilan Allah



LIMA PANGGILAN ALLAH
Oleh : Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I*

1.      PANGGILAN HARIAN (SHALAT FARDHU)
a.      Syarat wajib shalat: Islam, baligh, berakal.
ð  Logikanya, orang yang tidak shalat, kalau bukan non-muslim, berarti masih kecil atau tidak berakal (gila).
ð  Tidak shalat karena malas berarti fasiq; tetapi tidak shalat karena ingkar menjadikan murtad.
b.      Waktu shalat?
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. (Qs. Al-Isra’: 78)
ð  Sama-sama lima kali sehari, tetapi sunni lima waktu, dan syiah tiga waktu (dhuhur dan ashar, maghrib dan isya’, serta subuh).
ð  Yang penting sama-sama shalat dan lima kali sehari. Bukannya subuh kesiangan, dhuhur kerepotan, ashar di perjalanan, maghrib kecapekan, dan isya’ ketiduran.

Data Penerangan Agama Islam Kab. Magetan 2012

Data Penerangan Agama Islam berisi: Data TPQ/TPA, Majlis Taklim, Ulama', Khatib, Qori'/Qori'ah, Hafidz/Hafidzah, Mufassir/Mufassirah, Khattath/Khattathah, Masjid, Musholla, Gereja, Jumlah Penduduk berdasarkan Agama, dan sebagainya. Download

Amtsal al-Qur'an dalam Pengembangan Metode Dakwah



AMTSAL AL-QUR’AN DALAM
PENGEMBANGAN METODE DAKWAH

Oleh :
Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I

Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk tentang metode-metode dakwah. Metode-metode tersebut telah terbukti berhasil dalam menyampaikan pesan dakwah sehingga kaum yang tadinya ingkar berbondong-bondong masuk dalam pelukan Islam. Hal tersebut didasari oleh kemampuan retorika al-Qur’an yang mampu memahami kondisi psikologis mad’u (obyek dakwah) sehingga mampu menggugah kesadaran fitrah manusia dan menuntunnya ke dalam pemahaman yang lurus.
Salah satu metode yang dipakai dalam al-Quran adalah apa yang disebut dengan Amtsal al-Qur'an, yaitu uslub al-Qur’an dengan narasi-narasi komparasi yang menekankan pada pemahaman personal emotional. Dengan cara itu, al-Qur’an hendak mengajak manusia kembali pada kesadaran fitrah, berpikir logis, bertindak etis, dan berpenampilan estetis. Al-Qur’an tidak bersikap arogan dan otoriter dalam pendekatan dakwahnya. Model-model pendekatan persuasif dan egaliter yang digunakan al-Qur’an telah melahirkan simpati yang luas, bahkan dapat melumpuhkan logika orang-orang ingkar yang keras kepala.
Di sinilah persoalan Amtsal al-Qur'an menjadi penting untuk dikaji, terutama bila dikaitkan dengan pengembangan metode dakwah kontemporer. Masyarakat yang semakin cerdas dan rasional perlu didekati dengan metodologi dakwah yang khusus. Demikian juga masyarakat yang masih awam dan membutuhkan pendekatan tradisional memiliki strategi, pendekatan, metode, teknik, maupun taktik yang khusus pula.

Belajar Mencintai Akhirat Melalui Shalat Jum'at (Khutbah Jum'at)



BELAJAR MENCINTAI AKHIRAT MELALUI
SHALAT JUM’AT
Oleh: Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I


اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَيِّدَ الْاَيَّامِ الْعَظِيْمَ، سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَهَدَاهُ لِلْمَنْهَجِ الْقَوِيْمِ، وَسَنَّ شَرَائِعَ فِيْهَا الْقُوَّةُ وَالتَّمْكِينُ، بِحِكْمَتِهِ نُؤْمِنُ، وَبِقُدْرَتِهِ نُوقِنُ، عَلَيْهِ نَتَوَكَّلُ، وَإِيَّاهُ نَستَعِينُ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ مِنَ الْحَمْدِ وَأُثْنِي عَلَيْهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، لَمْ يَزَلْ مُتَوَكِّلاً عَلَى رَبِّهِ، وَاثِقًا بِوَعْدِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَعَلَى كُلِّ مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُ وَتَرَسَّمَ خُطَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ : فَيَا عَبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَـٰأَيُهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.  

Ma’asyirah Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,
Marilah kita terus berupaya meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan berbagai nikmat-Nya kepada kita, berupa nikmat iman, Islam, kesehatan lahir maupun batin sehingga pada saat ini kita dapat hadir di masjid ini untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yakni dengan menjalankan shalat Jum’at berjama’ah di masjid yang berkah ini.